My Perception

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Tuesday, 8 May 2012

ANAK BERBAKAT YANG CACAT

Posted on 05:00 by Unknown

Biasanya anak berbakat yang cacat lebih dikenal karena kecacatannya bukan karena keberbakatannya. Padahal kecacatan tidak menghalangi keberbakatan seseorang. Namun dengan memberi label seorang anak sebagai “anak cacat” kita lebih terfokus dengan kebutuhan pendidikannya menyangkut kecacatannya dan kurang melihat bakatnya.

Sub-sub dibawah ini akan membahas kebutuhan dan masalah anak berbakat yang cacat. Bagaimana memahami mereka dan hal-hal yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka.

1.      Kebutuhan Anak Berbakat yang Cacat
Golongan anak cacat di Indonesia meliputi:
a.      Tunanetra
b.      Tunarungu
c.       Tunadaksa
d.      Tunagrahita
e.      Tunalaras
f.        Tunaganda
g.      Anak berbakat
Dari penggolongan ini hanya anak keterbelakangan mental (tunagrahita) yang menghambat berbagai bentuk keberbakatan. Namun, beberapa peneliti menunjukkan bahwa anak cacat dan anak dengan gangguan emosi berat dalam kelas terpadu (mainstreaming) sering dinilai “paling tidak disukai” di dalam kelas . Burton dan Hirshoren menemukan bahwa semakin besar kecacatan anak , semakin besar tinggat penulakan sosial. Terkadang siswa yang cacat diperlakukan kasar / mendapat ejekan oleh siswa lain, dan terjadilah eksekusi sosial dan merasa tertekan, maka kepercayaan diri dan harga diri akan sulit tumbuh.
Padahal diantara anak cacat tidak sedikit yang memiliki intelektual tinggi dan bahkan mereka bisa memberikan sumbangan bermakna kepada masyarakat. Diantara orang cacat yang terkenal karena keberbakatan dan kreativitasnya antara lain Ludwig Van Beethoven (komponis), Thomas Edison (inventor), Vincent Van Gogh (pelukis) dan masih banyak lagi.

2.      Identifikasi Anak Berbakat yang Cacat
Mengidentifikasi anak berbakat yang cacat tidaklah mudah, masalahnya adalah karena bakat mereka yang tidak terlihat oleh guru. Mereka lebih dikenal dengan kelemahannya bukan Karena kekuatan atau kelebihan mereka. Dan masalah lain adalah bahwa kecacatan dapat menghalangi  bakat dan talentnya. Misalnya; kebutaan, ketulian dan ketidak mampuan belajar dapat mengakibatkan lambatnya perkembangan mereka dan berpengaruh pada skor IQ yang terbilang rendah.
Untuk identifikasi yang tepat diperlukan observasi berkelanjutan.  Prosedur identifikasi dapat meliputi tes intelegensi, kreativitas, dan prestasi belajar, dapat pula digunakan skala Renzulli – Hartamann (bab 3), maka indikator  yang baik untuk keberbakatan menurut Renzulli-Hartamann adalah:
·         Mempunyai gudang informasi yang besar mengenai berbagai topik (diluar minat yang biasa dimiliki anak seumurnya).
·         Memiliki wawasan mengenai hubungan sebab-akibat; mencoba menemukan bagaimana dan mengapa mengenai suatu hal; mengajukan berbagai pertanyaan yang merangsang untuk berfikir.
·         Merupakan pengamat yang cermat dan waspada.
Butir-butir yang baik dari skala motivasi ialah:
·         Menjadi sanggat terlibat dalam topik atau masalah tertentu; tekun dan ulet dalam menyelesaikan tugas.
·         Lebih suka bekerja sendiri; tidak memerlukan banyak pengarahan dari guru.
Untuk membantu identifikasi anak cacat yang berbakat, Maker menganjurkan bahwa:
a)      Anak cacat harus dibandingkan dengan anak lain yang memiliki kecacatan yang sama.
b)      Ciri-ciri yang memungkinkan anak cacat dapat mengimbangi kecacatnnya secara efektif harus ditimbang secara seksama.

3.      Program bagi Anak Berbakat yang Cacat
Program untuk anak berbakat dan bertalenta (B/T) pertama-tama melihat anak itu sebagai anak yang berbakat, namun yang membutuhkan bantuan khusus karena kecacatannya. Yang harus ditekankan adalah pengenalan bakat anak  dan mendorong kekuatan anak.kedua adalah untuk menjaga agar kecacatannya tidak menghambat perkembangan dan ungkapan bakatnya.

4.      Mengurangi Keterbatasan Komunikasi
Semua orang cacat perlu mengimbangi (kompensasi) sebaik mungkin dari kecacatan yang mereka miliki. Disekolah mereka harus bisa mengamati, merespons, dan mengungkapkan diri mereka, singkatnya mereka harus mampu berkomunikasi. Guru pendidikan regular, dan pendidikan luar biasa harus dapat menyediakan alat bantu teknologi dan pelatihan khusus dengan harapan anak berbakat yang cacat dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang terdapat pada diri mereka.sarana prasarana yang harus ada antara lain; seperti kursi roda, alat bantu pendengaran, membaca bibir, bahasa lambing, pelatihan dan bacaan braile, kaki dan tangan palsu, dan komputer mikro.
Beberapa alat bantu komunikasi mempunyai efek awalmemperlambat reaksi, belajar, dan berfungsi kognitif. Namun jika alat bantu komunikasi tersebut terkuasai maka anak cacat mempunyai potensi yang meningkat dalam prestasi dan ungkapan kreatif. Namun penggunaan alat bantu tidak dapat dipaksakan, ada beberapa anak yang mampu mewujudkan bakat dan talentnya tanpa menggunakan alat bantu teknologis. Misalnya seorang pemuda yang tidak mempunyai kedua tangan  mendemonstrasikan kebolehannya diatas panggung. Berbagai kegiatan dapat ia lakukan dengan tanpa menggunakan tangan dan tanpa bantuan siapapun. Ia dapat bermain gitar, piano, bahkan drum dengan jari-jari kakinya.  Tentunya dengan latihan yang tekun ia dapat melakukan itu semua.
Pertunjukkan itu sanggat mengesankan dan mengingatkan kita bahwa yang terpenting ialah kebutuhan individu dan dengan cara-cara apa menurut dia sehingga kebutuhannya dapat dipenuhi dan memuaskan. Dan bukan bagaimana sebaiknya menurut pendidik.

5.      Perkembangan Konsep Diri
Penolakan orang lain, pemberian label, harapan yang rendah dari guru, dan perasaan bahwa dirinya berbeda itu adalah hal yang membuat anak berbakat yang cacat merasa kurang mampu dan kurang berarti dibandingkan anak lain.
Prestasi akademik dan kreativitas mereka akan sebaik anak lain jika harapan tinggi terhadap anak berbakat yang cacat dan hambatan komunikasi dihilangkan. Melalui tantangan prestasi tinggi, anak-anak ini dapat mengembangkan konsep diri yang positif  yang sanggat mereka butuhkan untuk pengembangan diri mereka.

a.      Keterampilan Sosial
Anak cacat perlu belajar dari situasi nyata, khususnya dalam kehidupan sosial mereka. Anak berbakat yang cacat membutuhkan kegiatan sosial dengan anak yang cerdas dan kreatif dengan kecacatan yang sama, serta mempunyai tujuan dan minat yang sama.

b.      Taktik di dalam Kelas
Beberapa strategi dapat meningkatkan kontak dan perasaan positif antar kelompok siswa yang berbeda. Misalnya tim belajar campuran. Dimana semua kelompok anggota harus bekerja sama, dapat meningkatkan sikap dan persahabatan antar kelompok. Karena kerjasama dan saling ketergantungan adalah kunci keberhasilan.

c.       Mendorong Belajar Mandiri
Anak cacat kadang-kadang terus bergantung pada perhatian dan umpan balik positif untuk mendorong belajar mereka. Padahal ketergantungan tersebut akan membatasi motivasi dan prestasi mereka. Oleh sebabitu siswa cacat harus didorong untuk mengembangkan motivasi intrinsik dengan belajar  dan menerima keberhasilan sebagai imbalan bagi mereka sendiri, dan kemampuan untuk belajar sendiri.

6.      Keterampilan Berfikir Tingat Tinggi
Anak berbakat yang cacat perlu diberi metode-metode yang mendorong perkembangan keterampilan seperti kreativitas, pemecahan masalah, berfikir kritis, klasifikasi, generalisasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Memupuk perkembangan keterampilan ini amat penting pada program bagi anak berbakat yang cacat.
Read More
Posted in Psikologi | No comments

ANAK PEREMPUAN BERBAKAT

Posted on 04:59 by Unknown


1.      Perbedaan Antarjenis Kelamin
Perbandingan peredaan biologis versus social-budaya antarjenis kelamin merupakan dasar yang baik untuk menentukan sejauh mana prestasi di bawah potensi dari perempuan dapat diubah.perbedaan jenis kelamin yang berkaitan dengan norma social-budaya-stereotip,bias,dan diskriminasi dapat diubah,dan koreksi dari masalah ini dapat membebaskan perempuan untuk berprestasi setara dengan pria.

a.      Perbedaan Biologis
Velle (182) meninjau berbagai penelitian mengenai perbedaan perilaku antar jenis kelamin dengan dasar biologis,perbedaan yang mungkin dapat membatasi prestasi perempuan.

·         Tingkat aktivitas fisik
Velle menjelaskan aktivitas pria yang lebih tinggi karena pengaruh hormon di dalam otak selama perkembangan janin.penelitian hiperaktivitas yang menyertai sekitar 50 persen dari ketidakmampuan belajar anak sekolah sebagian besar ditemukan pada anak laki-laki.


·         Agresi
Velle mengemukakan studi manusia yang menunjukkan bahwa anak laki-laki menampilkan lebih banyak perilaku agresif daripada anak perempuan.satu studi melaporkan hasil dari pemberian estrogen sintesis (hormone perempuan) kepada wanita hamil yang menderita penyakit gula.ternyata anak laki-laki mereka secara nyata menunjukkan perilaku yang kurang agresif pada umur 16 tahun dibandingkan dengan anak laki-laki 16 tahun dari ibu normal dan ibu diabetes yang tidak mendapat terapi hormon.

·         Perbedaan dominansi belahan otak
Penelitian mengenai spesialisasi belahan otak,yang untuk bahasa,kemampuan verbal,dan berpikir logis sekuensial,dan yang kanan untuk kemampuan yang berkaitan dengan seks berdasarkan penggunaan yang lebih khusus dari salah satu belahan otak sangatlah kontoversial dan tidak di dukung data penelitian.namun,beberapa peniliti menemukan bahwa dominasi lebih kuat dari belahan otak kanan pada pria,menghasilkan kemampuan spasial yang lebih tinggi.

Durden-Smith dan DeSimone (1982) merinci beberapa perbedaan biologis yang nyata antara kedua jenis kelamin yang menunjukkan perempuan nyata tampak unggul secara fisik,psikologis,dan sosial,yaitu:
·         Anak perempuan berkembang lebih cepat.
·         Anak laki-laki lima kali lebih banyak menggagap.
·         Kejahatan berat hampir semua dilakukan oleh pria.
·         Lebih banyak pria yang cendrung ke alkoholisme dan schizophrenia.
·         Pria lebih mungkin menunjukkan kelainan seksual dan menjadi psikopat.
·         Perempuan lebih kuat dalam kemampuan verbal dan komunikasi,tetapi lebih banyak menderita fobia dan depresi.
·         Lebih banyak pria mendapat serangan jantung,karena testoteron meningkatkan kolesterol dan mengeraskan arteri.

a        Perbedaan Sosial-Budaya
Dalam mengembangkan Sex-Role Inventory,Bem (1974) merinci karakteristik streotip dari laki-laki dan perempuan.karakteristik yang dianggap “maskulin” juga khas untuk orang-orang yang berhasil,seperti misalnya keagresifan, ambisius, kemampuan analisis, keasertivan, daya saing, kemampuan memimpin, kemandirian, dan percaya diri. Karakteristik yang dianggap “feminim” ialah yang berhubungan dengan peran mengasuh dan merawat,atau dengan pekerjaan yang didominasi perempuan,seperti kasih sayang,rasa kasihan,kelembutan,saying anak,malu-malu,pemahaman dan kehangatan.

b        Perbedaan Dalam Kemampuan
Dari berbagai penelitian mengenai perbedaan kemampuan antara kedua jenis kelamin,pada umumnya diperoleh hasil bahwa anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam kemampuan verbal,berpikir divergen verbal,dan dalam kecerdasan umum,sedangkan anak laki-laki melebihi anak perempuan dalam kemampuan kuantitatif dan visual (Stanley,1983).


2.      Perbedaan Harapan,Orientasi Prestasi,dan Aspirasi
Harapan keluarga,sekolah,dan teman sebaya tidak mendorong orientasi prestasi tinggi,kemandirian dan kepercayaan diri pada anak perempuan.tekanan-tekanan ini dapat mengarahkan perempuan ke aspirasi yang rendah, yang sebaliknya mengakibatkan prestasi di bawah taraf kemampuan.

a.      Harapan keluarga
Aspirasi pendidikan dan karier yang tinggi dimulai di dalam keluarga baik contoh peran oleh ibu maupun harapan ayah berpengaruh terhadap orientasi prestasi anak perempuan berbakat.


b        Harapan teman sebaya
Teman sebaya mempunyai peranan yang kuat terhadap orientasi prestasi.karena intelegensi dan prestasi tinggi dipandang sebagai karakteristik pria,anak perempuan menghadapi risiko dianggap “tidak feminim” jika mereka terlalu terlibat dalam prestasi sekolah.perempuan yang mendapat dorongan karier dari teman pria mereka,kurang mengalami ketakutan akan sukses ini.

c         Harapan sekolah
Dari taman kanak-kanak keatas ada kecondongan sekolah yang menghambat orientasi prestasi perempuan.beberapa penilitian menemukan perlakuan yang berbeda dari guru terhadap anak lelaki dan perempuan di 15 taman kanak-kanak (Rimm,19850.guru member perhatian lebih banyak kepada anak lelaki daripada anak perempuan.jadi,sejak taman kanak-kanak sampai di perguruan tinggi,banyak guru dan konselor yang secara tersirat dan dalam tindakan mereka tidak memneri dorongan kepada perempuan untuk mengembangkan bakat mereka seperti pria.

d        Harapan diri
Aspirasi dan orientasi prestasi perempuan jelas berubah.perubahan ini harus mencakup perubahan persepsi diri dan harapan diri.jika perempuan berbakat hendak mengembangkan talenta mereka dan member sumbangan kepada masyarakat,mereka harus mempunyai kepercayaan dan kebutuhan akan prestasi yang kuat,serta mereka harus membuat rencana untuk suatu pendidikan yang mantap.


3.      Mendidik Perempuan Berbakat
Model lima langkah dari Rimm yang telah diperkenalkan sebelumnya dapat digunakan sebagai garis pedoman yang membantu guru,konselor,dan orang tua mengatasi prestasi di bawah potensi dari perempuan,yakni:
a.      Menilai Keterampilan,Kemampuan,dan Kemungkinan Penguatan
Beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan kepala sekolah,konselor,dan guru,ialah:
·         Apakah anak prempuan sama seperti anak lelaki didorong untuk melakukan pekerjaan matematika,sains,dan komputer?
·         Apakah anak perempuan sama didorong untuk berperanserta dalam kegiatan kompetitif?
·         Apakah siswa perempuan didorong untuk memegang peranan kepimpinan disekolah?
·         Apakah siswa diperkenalkan terhadap keragaman contoh perempuan professional yang berhasil?
·         Apakah penghargaan untuk prestasi karier bagi perempuan sama ditekankan seperti untuk pria?

b        Mengubah Penguatan di Rumah dan di Sekolah
Salah satu cara untuk mendapatkan pemahaman kelompok sebaya ialah dengan mengadakan pertemuan kelompok bagi siswa berbakat.hubungan dan saling dukungan yang berkembang dalam pertemuan semacam ini mendorong semua siswa berbakat untuk menghadapi tantangan dalam pendidikan dan karier dengan kesempatan yang sama dalam berbagai bidang pendidikan dan karier bagi perempuan dan lelaki.

c         Mengubah Harapan Orang Penting Lainnya
Cara yang paling efektif untuk mengubah harapn adalah dengan memberikan bukti nyata tentang prestasi perempuan dalam bidang yang biasanya dikuasai oleh pria.Wanita karier dapat diundang kesekolah sebagai pembicara tamu,dan dapat dilakukan kunjungan lapangan untuk melihat hasil karya perempuan berbakat,hal ini semua membarikan kenyataan hidup tentang prestasi perempuan.

d        Identifikasi dengan Model
Anak perempuan berbakat memerlukan contoh (model) perempuan yang berhasil mengembangkan karier dan dalam membina keluarga apabila ia memilih untuk menikah,misalnya dokter,sarjana hokum,peneliti,pemimpin perusahaan,dan lain-lainnya.model tersebut dapat berbagi pengalaman,kepuasan,frustasi,dan proses pengambilan keputusan yang menyertai prestasi mereka.

e        Memperbaiki Keterampilan yang Kurang
Anak perempuan berbakat biasanya kurang terampil dalam matematika dan sains.kekurangan tersebut dapat dihindari dengan mendorong anak perempuan berbakat disekolah menengah mengikuti mata pelajaran lanjutan atau pangayaan yang memungkinkan mereka masuk program/bidang utama yang diinginkan diperguruan tinggi.
Read More
Posted in Psikologi | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Popular Posts

  • Computer Supported Cooperative Work
    Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984 pada sebuah w...
  • KOMUNITAS VIRTUAL
    A. Komunitas Online Komunitas online adalah suatu perkumpulan yang yang memiliki satu kesamaan hobi, pekerjaan atau hal penyatu lainnya deng...
  • Manfaat Positive dan Negative Penggunaan Internet Secara Individual
    Dulu sebelum internet marak digunakaan orang, saya sebagai pelajar sangat kesulitan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sekolah, karena t...
  • INTERNET ADDICTION
    Di dunia sekarang internet sudah menjadi kebutuhan sekunder masyarakat. Pagi hari, ketika kita baru bangun tidur tidak jarang orang meng-upd...
  • ANAK PEREMPUAN BERBAKAT
    1.       Perbedaan Antarjenis Kelamin Perbandingan peredaan biologis versus social-budaya antarjenis kelamin merupakan dasar yang baik untuk...
  • KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP INERNET
    Untuk masyarakat perkotaan, internet bukanlah hal yang asing. Diibaratkan internet adalah kendaraan bagi para penjelajah dunia. Kita bisa ke...
  • INTERNET
    SEJARAH INTERNET Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(D...

Categories

  • Psikologi

Blog Archive

  • ▼  2012 (10)
    • ►  November (2)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ▼  May (2)
      • ANAK BERBAKAT YANG CACAT
      • ANAK PEREMPUAN BERBAKAT
    • ►  April (2)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile