My Perception

  • Subscribe to our RSS feed.
  • Twitter
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Facebook
  • Digg

Sunday, 21 October 2012

KOMUNITAS VIRTUAL

Posted on 21:59 by Unknown
A. Komunitas Online

Komunitas online adalah suatu perkumpulan yang yang memiliki satu kesamaan hobi, pekerjaan atau hal penyatu lainnya dengan media integrasi dan komunikasinya menggunakan internet. Komunitas online dibuat untuk memudahkan dan memperlancar komunikasi bagi para member yang domisilinya berbeda-beda. Sebelumnya komunitas online berbentuk website blog, namun pada masa kekinian sejak boomingnya jejaring sosial facebook, myspace dan twitter, banyak komunitas lebih aktif di ketiga jejaring sosial tersebut. Ada komunitas online yang bermula dari sebuah komunitas asli namun ada komunitas online yang memang baru eksis di dunia website/online. Biasanya komunitas online dibuat apabila pada komunitas asli sudah memiliki banyak member dan banyak peminat dengan domisili yang jauh.

B. Polarisasi Kelompok

Jika anggota group ditarik secara acak dari suatu populasi dan kemudian didapat 70 persen mempunyai suatu pilihan tertentu, maka lebih dari 70 persen dari keputusan kelompok akan mencerminkan pilihan itu (dengan assumsi aturan mayoritas). Bagaimanapun, pembuatan keputusan kelompok bukanlah suatu unsur yang penting dalam prosedur yang mengerucut ke arah polarisasi; suatu periode diskusi yang ringkas yang diikuti oleh tanggapan individu akan menghasilkan pula suatu pergeseran didalam kelompok rata-rata ( Myers dan Lamm, 1976). Hal ini berarti suatu pergeseran didalam pilihan individu terjadi sebagai hasil proses kelompok.

Penjelasan yang lebih tepat didasarkan pada proses informasi dan berdasarkan norma pengaruh dibahas dalam konteks penyesuaian. Sejauh sesuatu yang informasional mempengaruhi, ’jumlah yang lebih besar’ dari argumentasi dan fakta yang dikemukakan selama diskusi maka kelompok akan mendukung ‘kecenderungan awal’ para anggota kelompok. Ini mengkonfirmasikan anggota kelompok didalam pendapat mereka. Fakta bahwa informasi yang konsisten dengan kepercayaan utama seseorang lebih mungkin dicatat dan diambil dengan serius juga berperan untuk perwujudan ini ( Ferrell, 1985; Myers dan Lamm, 1976).

Pengaruh berdasarkan norma menuntun ke arah polarisasi melalui milik anggota kelompok yang berhubungan dengan self-perception dan self-presentation yang dikehendaki. Hal-hal dimana dirasa anggota kelompok lain mempunyai arah pendapat yang lebih ekstrim dari kecenderungan mereka sendiri, maka secara sosial lebih diinginkan dibanding anggota kelompok dengan kecenderungan berbeda.

Suatu komunikator ekstrim dari suatu pendapat yang dapat diperbandingkan ke posisi diri sendiri dirasakan sebagai yang lebih berkompeten dan polos dibanding suatu komunikator moderat ( Myers dan Lamm, 1976). Keinginan untuk diterima oleh anggota kelompok yang lebih ekstrim, dan kecenderungan untuk merasa dan menyajikan dirinya sebagai anggota dari suatu dengan baik dirasa ’ didalam-kelompok’ keduanya berperan untuk efek polarisasi. Efek ini diperkuat oleh komitmen lisan bagi suatu posisi yang dinyatakan lebih dahulu didalam diskusi kelompok: setelah itu suatu perubahan posisi didalam arah kecenderungan awal ( yaitu. polarisasi) adalah lebih mudah dilaksanakan dibanding suatu perubahan dalam arah kebalikannya ( Ferrell, 1985; Myers dan Lamm, 1976).

Kedua format pengaruh tersebut adalah penting. Kepentingan relatifnya ( mengenai polarisasi seperti halnya untuk penyesuaian) tergantung pada jenis interaksi dan jenis tugas. Jika interaksi didalam kelompok sebagian besar merupakan socio-emotional yang alamiah, maka pengaruh berdasarkan norma menjadi lebih penting. Tugas dalam mengarahkan interaksi menjadi lebih betul-betul dihubungkan dengan pengaruh dan bujukan informasionil. Sejauh tentang jenis tugas terkait, didalam tugas-tugas judgemental pengaruh berdasarkan norma relatif lebih penting, dan didalam tugas intellective lebih berpengaruh dalam informasi ( Kaplan, 1987).

C. Komunitas Virtual

Komunitas Virtual atau kurang lebih sama dengan komunitas online adalah komunitas atau sekelompok orang  yang berkomunikasi menggunakan media internet tanpa mengandalkan pertemuan langsung secara fisik. Berikut beberapa tujuan dibuatnya komunitas virtual:

1. menetapkan tujuan
2. mencitpakan tempat berkumpul yang nyaman
3. membuat profil member yang baik dan tidak ketinggalan zaman
4. mengembangkan program kepemimpinan yang kuat
5. design yang baik
6. menetapkan peraturan
7. mengembangkan acara pribadi
8. mencitpakan acara baru yang besar
9. membantu member untuk menbuat subgroub

sumber:
wordpress.com
digilib.petra.ac.id

Read More
Posted in | No comments

Sunday, 14 October 2012

INTERNET ADDICTION

Posted on 15:11 by Unknown
Di dunia sekarang internet sudah menjadi kebutuhan sekunder masyarakat. Pagi hari, ketika kita baru bangun tidur tidak jarang orang meng-update status twitternya, siang harinya para pekerja kantoran menggunakan internet untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, di sore hari anak-anak sekolah yang baru pulang langsung pergi ke warnet untuk bermain game online, malamnya di saat tidak ada kegiatan, orang-orang mengisi waktu dengan berjejaring sosial seperti twitter, facebook, maupun ber-bbm-ria yang semuanya menggunakan fasilitas internet. Bukan hal aneh lagi sebenarnya hal itu dilakukan, karena ditunjang dengan kemudahan mendapat layanan internet. Apalagi di era yang serba modernisasi ini, tidak update berarti tidak keren. Namun yang awalnya hanya ingin mencoba dan ingin tahu akhirnya menjadi suka dan menganggap ber-internet-ria merupakan kebutuhan primer, bukan skunder lagi. Ini awal mula orang terkena internet addiction.

Lebih mengkerucut saya akan membahas tentang jejarin sosial, bbm, dan googling, 3 hal ini menjadi daya tarik yang kuat bagi pengguna internet karena kegunaan dan kemudahan menggunakannya. Khusunya bagi remaja kekinian yang ingin semuanya serba instan.

Manusia adalah makhluk sosial, mereka hidup dan berkomunitas,memiliki hubungan sosial dan sangat senang bersosialisasi. Ini alasan utama mengapa jejaring sosial sangatlah digemari, apalagi remaja Indonesia, Indonesia merupakan negara Asia pengguna Facebook dan twiter terbanyak. Bisa dibayangkan betapa populernya situs ini di kalangan remaja. Dengan motivasi mencari teman baru, bersosialisai di dunia maya, agar eksis, mereka tidak sedikit meluangkan waktu untuk sekedar membuka facebook/twitter untuk update status dan comment/retweet status user lain. Tentu saja ini menumbuhkan rasa puas bagi mereka. Semakin diulang dan terus diulang user akan semakin tertarik dan menjadi addict. Selain untuk bersosialisai kini jejaring sosial juga menjadi ajang curahan hati para usernya. Entah mengapa user sangat suka mencurahkan seluruh keluhan hatinya di jejaring sosial, sedang senang, marah, kesal, sedih maupun kegalauan mereka. Manusia-manusia kekinian sangat senang menjadi objek perhatian, dengan meng-update apa yang sedang mereka rasakan tentu saja orang lain mengetahuinya dan akhirnya orang lain jadi memerhatikannya. Itu juga menjadi salah satu kepuasan sendiri bagi para user jejaring sosial. Bagaimana mereka tidak dikatakan internet addict? Bayangkan dalam satu hari apa saja yang mereka rasakan dan mereka keluhkesahkan, dan mereka akan men-share-nya di jejaring sosial. Setiap jam mungkin mereka akan melakukannya, mereka senang, dan merasa itu pantas, itulah internet addiction.

Tidak berbeda dengan blackberry messengger, menggunakan layanan internet, user BB sangat jarang menggunakan pulsa regular mereka untuk mengirim short message service karena biasanya sudah menggunakan layanan paket internet pra-bayar. Setiap detiknya mereka menggunakan internet untuk chating atau sekedar update private message dan display picture masing-masing. Mengapa BB sangat trend dilkalangan muda jaman sekarang? Fiturnya yang sangat "sosial" yang menjadikannya begitu popular. Seperti jejaring sosial mini yang praktis penggunaannya. Balik lagi kepada sosialisasi, memang faktanya penggunaan internet zaman sekarang sangat dimanfaatkan oleh sosialita untuk mempermudah aktivitas sosial.

Google itu pahlawannya pelajar zaman sekarang, setiap mendapat tugas-tugas dari guru atau dosen sudah pasti yang diketik di halaman URL adalah www.google.com. Hanya dengan memiliki jaringan internet, masuk ke google, lalu mengetikan apa yang ingin kita tahu kita langsung mendapatkannya dari berbagai referensi dan sumber yang sangat banyak. Instan, gudangnya ilmu, gudangnya berita, namun mengajari kita untuk malas.

Entah baik atau tidak, Internet Addiction sudah mendarah daging bagi untuk khalayak banyak, bahkan anak berumur 8 tahun sudah bisa menonton video gangnam style di youtube dengan mudah dengan layanan internet karena pengaksesannya sangat mudah. Namun sebagai makhluk yang terus berkembang, kita, manusia harus bisa memanfaatkan segala yang ada demi mempermudah aktivitas kehidupan, karena berbeda dengan ilmu filsafat, ilmu hidup adalah mencari yang praktis namun menghasilkan yang terbaik. Menurut saya internet addict bukan lagi merupakan penyakit perorangan, namun wabah (bagi masyarakat modern), kita tidak bisa menghindarinya, semua orang pasti memilikinya, kita tidak bisa terlalu naif, karena semua kemudahan dan kepraktisan ini sebenernya membuat kita, masyatakat modern lebih nyaman.
Read More
Posted in | No comments

Saturday, 6 October 2012

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP INERNET

Posted on 19:30 by Unknown

Untuk masyarakat perkotaan, internet bukanlah hal yang asing. Diibaratkan internet adalah kendaraan bagi para penjelajah dunia. Kita bisa kemanapun, melihat apapun, mempelajari apapun, mencari sesuatu, bahkan bernostalgia dengan teman yang sudah lama tak berjumpa dengan bantuan tekhnologi internet. Awalnya internet memang hanya dapat dinikmati oleh beberapa kalangan saja, dengan bermodalkan komputer atau notebook dan jaringan internet kita bisa menikmatinya. Namun sekarang sudah banyak warung-warung internet atau biasa disebut warnet.

Di zaman modern ini pola pikir dan pengetahuan kita akan wawasan dunia harus selalu diperbaharui, dengan internet semua orang dapat mengetahui perkembangan global. Oleh karena itu kita harus aktif agar tidak ketinggalan berita.

Namun beberapa orang yang masih awam menganggap internet adalah racun bagi generasi muda. Dengan adanya internet yang menjadi pusat peralihan kegiatan hampir semua manusia di dunia, kegiatan-kegiatan produktif mulai ditinggalkan. Seperti contohnya jejaring sosial, remaja kini lebih sering menghabiskan waktunya di depan smart phone atau notebook untuk ber-jejaring sosial dibanding belajar dan melakukan kegiatan yang lebih produktif. Atau contoh lain adalah anak sekolah yang sering bolos sekolah hanya untuk pergi ke warnet dan bermain game online.

Apabila dibalikan faktanya, dulu sebelum internet merajalela kehidupan masyaratakan tidak begitu buruk, memang perbedaannya ada dari segi wawasan. Zaman proklamasi 1945 pemuda-pemuda Indonesia adalah pemuda yang rajin dan berakhlak yang sangat menghormati orang tua dan memiliki rasa kebangsaan yang tinggi. Secara psikis, keinginan mereka untuk pintar-pun semakin besar karena keterbatasan media menjadi penghalang. Namun itu yang membuat mereka menjadi orang yang hebat.

Dampak positif dari internet tentu saja banyak, dengan adanya internet kita dapat mengetahui perkembangan politik dunia, kejadian-kejadian yang tidak bisa kita lihat di televisi dapat kita liat melalui internet. Lalu kita bisa menambah ilmu kita dengan ber-internet-ria dengan bantuan search enggine seperti google maupun wikipedia. Selain itu hal yang paling vital dalam penggunaan internet adalah komunikasi. Dengan internet komunikasi orang menjadi sangat mudah.

Namun internet memiliki dampak negative yang sangat berbahaya. Kebanyakan dampak negative ini rentan kepada anak-anak usia dini sampai remaja. Situ porno yang dengan sangat mudah diakses oleh siapapun dimanapun dengan bantuan inernet sangat merusak moral, dan bahayanya bila anak-anak yang melakukannya. Internet juga banyak disalahgunakan oleh beberapa oknum, seperti memanfaatkannya untuk penipuan maupun lapak perdagangan sex.

Intinya adalah pengawasan yang tidak setengah-setengah dan pendidikan sejak dini. Penanaman internet education akan sangat membantu mencegah anak-anak atau remaja  mensalahgunakan internet.
Read More
Posted in | No comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)

Popular Posts

  • Computer Supported Cooperative Work
    Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984 pada sebuah w...
  • KOMUNITAS VIRTUAL
    A. Komunitas Online Komunitas online adalah suatu perkumpulan yang yang memiliki satu kesamaan hobi, pekerjaan atau hal penyatu lainnya deng...
  • Manfaat Positive dan Negative Penggunaan Internet Secara Individual
    Dulu sebelum internet marak digunakaan orang, saya sebagai pelajar sangat kesulitan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan sekolah, karena t...
  • INTERNET ADDICTION
    Di dunia sekarang internet sudah menjadi kebutuhan sekunder masyarakat. Pagi hari, ketika kita baru bangun tidur tidak jarang orang meng-upd...
  • ANAK PEREMPUAN BERBAKAT
    1.       Perbedaan Antarjenis Kelamin Perbandingan peredaan biologis versus social-budaya antarjenis kelamin merupakan dasar yang baik untuk...
  • KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP INERNET
    Untuk masyarakat perkotaan, internet bukanlah hal yang asing. Diibaratkan internet adalah kendaraan bagi para penjelajah dunia. Kita bisa ke...
  • INTERNET
    SEJARAH INTERNET Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(D...

Categories

  • Psikologi

Blog Archive

  • ▼  2012 (10)
    • ►  November (2)
    • ▼  October (3)
      • KOMUNITAS VIRTUAL
      • INTERNET ADDICTION
      • KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP INERNET
    • ►  September (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
Powered by Blogger.

About Me

Unknown
View my complete profile