Kalian tahu yang namanya bakat? Yup, bakat itu kemampuan manusia yang berasal dari genetikal. Namun ngga semata-mata bakat bakal berkembang menjadi sesuatu yang berprestasi. Harus ada faktor lain yang menunjangnya loh. Nah kalo dibawah ini adalah kebalikannya, berikut karakteristik pribadi anak yang menyebabkannya kurang berprestasi:
1. Perfeksionisme
Dorongan dalam untuk mencapai kesempurnaaan membuat siswa berbakat tidak puas dengan prestasinya yang tidak dapat memenuhi tujuan-tujuan pribadinya . dorongan akan kesempurnan ini mendorong anak berbakat hanya mau memilih kegianatan tertentu jika ia yakin akan berhasil . kritik dalam diri sendiri yang berlebih dan taraf aspirasi yang tidak realistis membuat anak berbakat diliputi rasa tidak mampu.
2. Kepekaan yang berlebih (supersensitivity )
Sistem saraf yang supersensitif dari anak berbakat membuatnya lebih peka dalam pengamatan , menanggapi dirinya dan lingkungan secara analitis dan kritis , sehingga ia mudah tersinggung dan mempunyai perasaan seperti dikucilkan . anak kecil berbakat sering digambarkan sebagai anak yang hiperaktif yang perhatiannya mudah beralih.
3. Kurang Keterampilan Sosial
Ada anak berbakat yg sulit menyesuaiakan dirinya dengan lingkungan sosialnya; mereka lebih banyak menyendiri dan dapat dihingggapi rasa kesendirian dan kesunyian . dilain pihak ada pula anak berbakat yang ingin menjadi pemimpin dan populer , hal ini dpaat mengarah ke kecenderungan untuk mendominasi kelompoknya.
Sosialisasi dini dari anak berbakat sangat penting bagi perkembangan mereka sebagai pemimpin masa depan . mereka memerlukan bimbingan orang dewasa untuk membantu mereka bagaimana berperan serta sebagai anggota kelompok , dismaping juga memenuhi kebutuhan pribadi mereka.
Di bawah ini kondisi lingkungan yang dapat menyulitkan anak berbakat:
1. Isolasi sosial
Karena kurang memahami ciri-ciri dan kebeutuhan anak berbakat, orang dewasa dalam sikap dan perilaku mereka dapat menunjukan sentimen atau penoakan anak berbakat.
Demikian pula kelompok sebaya dapat memberi tekanan terhadap anggota kelompok yang menyimpan dari mayoritas , Yang kreatif dan berbakat . kondisi ini dapat menyebabkan anak berbakat megalami isolasi sosisal.
2. Harapan yang Tidak Realistis
Harapan atau tuntutan yang teidak realistis terhadapa anak berbakat dari pihak orang tua atau orang dewasa lainnya dapat terjadi karena dua hal :
a. Kecenderungan untuk menggeneralisasikan sehingga anak berbakat diharapkan/dituntut menonjol dalam semua bidang .
b. Pelibatan ego orang tua atau guru terhadap keberhasilan anak (ingin merasa bangga atas prestasi anak ).
3. Tidak Tersedia Pelayanan Pendidikan yang Sesuai
Ketidak pedulian terhadap kebutuhan anak berbakat dan penolakan terhadap hal-hak mereka menyebabkan masyarakat kurang memberikan kesempatan pendidikan yang sesuai bagi anak berbakat . Akibatini berarti anak berbakat harus menyelesaikan pendidikan formal mereka dalam sekolah yang lebih menenkan kan komformitas terhadap “yang rata-rata” . dalam iklim sosial ini anak berbakat dapat merasa tidak nyaman sebagai seorang yang “berbeda” hal ini mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan mentalnya maupun terhadap pertumbuhan dan perkembangannya secara menyeluruh .
Semoga bermanfaat, hargai hasil karya orang, budayakan post comment.